Categories
Pendidikan

Strategi Pemasaran Bank Syariah

Strategi Pemasaran Bank Syariah

Strategi Pemasaran Bank Syariah
Melihat keunggulan, peluang, prospek dan akselerasi perkembangan Perbankan Syariah di atas maka diperlukan sebuah komunikasi yang efektif sebagai alat “kampanye” kepada masyarakat dalam rangka memaksimalkan fungsi utama bank syariah, yaitu penghimpunan dan penyaluran dana untuk mengembangkan perbankan syariah itu sendiri. Memang, selama tiga tahun terakhir telah dilakukan upaya untuk mengkampanyekan ekonomi syariah, khususnya perbankan syariah kepada masyarakat, misalnya dengan digelarnya event-event besar seperti Kampanye Nasional Ekonomi Syariah (KAMNAS), Indonesia Sharia Expo (ISE), Festival Ekonomi Syariah (FES) dan event-event besar lainnya. Selain itu, muncul juga penayangan iklan-iklan perbankan syariah di media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional khususnya di bulan Ramadhan.

Jika dianalisa, strategi komunikasi yang selama ini dilakukan hanya bersifat momentum saja. Misalnya saja pelaksanaan ISE dan FES yang menghabiskan dana miliaran rupiah, namun komunikasi dan sosialisasi yang dilakukan hanya pada saat kegiatan berlangsung (5 hari) sedangkan selebihnya tidak ada. Contoh lain yaitu penayangan iklan-iklan perbankan syariah di media cetak maupun elektronik yang sebagian besar dilakukan ketika bulan ramadhan (30 hari). Yang menjadi pertanyaan apakah mungkin dalam waktu sesingkat itu mampu meningkatkan marketshare secara signifikan?
Dari hasil pengkajian Pusat Penelitian dan Studi Kebanksentralan, yang dilakukan Bank Indonesia, terdapat tiga macam kategori nasabah perbankan di Indonesia. Ketiganya adalah nasabah nasabah loyalis konvensional, loyalis syariah, dan menggambang. Dari ketiga macam nasabah tersebut, nasabah mengambang memiliki jumlah terbesar sekitar 80 %. Artinya, jika ingin membesarkan marketshare bank syariah, sasaran yang harus dibidik adalah mengkampanyekan perbankan syariah kepada nasabah yang mengambang tersebut.

Oleh karena itu harus ada strategi komunikasi yang lebih efektif terhadap nasabah mengambang tersebut. Salah satu strategi komunikasi yang bisa diterapkan adalah mengambil pelajaran dari cara kampanye calon kepala daerah. Seorang calon kepala daerah akan menggunakan berbagai macam media komunikasi yang bisa mempopulerkan namanya, mengkomunikasikan dan meyakinkan kelebihan-kelebihan nya kepada masyarakat agar masyarakat yakin dan memilih sang calon kepala daerah tersebut di hari pemilihan tiba.
Itulah yang seharusnya dilakukan oleh Bank Syariah.
Bank syariah perlu melakukan kampanye melalui beberapa media komunikasi yang tersedia seperti surat kabar, iklan radio, iklan televisi, penyebaran poster ke lokasi-lokasi strategis, pembuatan souvener, sosialisasi langsung ke masyarakat secara berkelanjutan dan cara-cara kampanye lain yang biasa dilakukan calon kepala daerah, agar nasabah mengambang mau memilih bank syariah sebagai tempat untuk bertransaksi, baik menyimpan dana, melakukan pembiayaan ataupun transaksi lainnya. Selain itu, Perbankan Syariah perlu menerapkan strategi komunikasi yang lebih menonjolkan keunggulan produk dan layanan, tidak hanya mempromosikan soal halal dan haramnya produk.
Memang secara teknis strategi komunikasi tersebut akan berat terealisasi jika hanya dilakukan oleh Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia dan Bank-bank Syariah saja, oleh karena itu diperlukan sinergisitas asosiasi-asosiasi ekonomi syariah yang sudah terbentuk. Misalnya, di tataran praktisi ada asosiasi-asosiasi seperti MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), ASBISINDO (Asosiasi Bank Syariah Indonesia), ASBINDO (Asosiasi BMT Indonesia), AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia). Sedangkan di wilayah akademisi ada IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam), AAKSI (Asosiasi Akuntansi Syariah Indonesia), FoSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) dan asosiasi-asosiasi lainnya yang berfungsi sebagai ‘kader’ untuk mengkampanyekan ekonomi syariah khususnya perbankan syariah.

Dengan dilakukannya cara kampanye seperti itu secara berkesinambungan dan terus menerus, bukan tidak mungkin nasabah yang mengambang tadi sebagian besar akan beralih ke bank syariah dan target marketshare 5,25% yang dicanangkan BI bisa tercapai. Selain itu, bukan tidak mungkin peranan perbankan syariah terhadap perekonomian Indonesia menjadi lebih optimal dan mampu menjadi solusi dari permasalahan

Aplikasi Strategi Sun Tzu pada Pemasaran Produk Bank Syari’ah
Sun Tzu mengatakan bahwa dalam hasil setiap peperangan selalu ditentukan oleh lima faktor konstan, yaitu:

Hukum moral (loyalitas atau komitmen) para prajurit yang siap mati.Langit yang menunjukkan keadaan alam yang tidak bisa diubah, seperti siang-malam, panas- dingin.
Bumi yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan, keadaan medan pertempuran yang dihadapi, kemungkinan hasil peperangan.
Pimpinan sebagai simbol karakter dan sifat dari teladan yang baik.
Metode dan Disiplin yang perlu dipahami dalam menyususun strategi perang dan konsekuensi dari pelaksanaan strategi tersebut.

Pihak yang paling menguasai faktor perang di atas, akan berhasil memenangkan pertempuran dengan mudah. Bank syari’ah dapat menggunakan strategi perang Sun Tzu sebagai strategi pemasaran produk mereka. Strategi Sun Tzu dapat digunakan dalam sistem pemasaran bank syari’ah secara komprehensif. Dalam memasarkan produknya, bank syari’ah menghadapi dunia persaingan, yang dapat diibaratkan sebagai sebuah pertempuran.

Berdasarkan ajaran Sun Tzu, maka bank syari’ah harus menguasai faktor perang agar dapat memenangkan persaingan itu. Penguasaan faktor perang itu oleh bank syari’ah dalam persaingan pemasaran dengan menggunakan beberapa dari 13 langkah jurus perang Sun Tzu.

 

1. Menang Tanpa Bertempur

Sun Tzu mengatakan, “Dalam perang, strategi terbaik adalah merebut suatu negara secara utuh. Memperoleh 100 kemenangan dalam 100 pertempuran bukanlah suatu keahlian. Namun menaklukan musuh tanpa bertempur, itu baru keahlian.” Karena tujuan pemasaran Bank syari’ah adalah survive dan meraih untung, maka bank syari’ah harus merebut pasar. Hal ini mesti dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga pasar tidak hancur dalam prosesnya. Hal ini tentu saja sesuai dengan etika persaingan dan ekonomi Islam. Sun Tzu menyebutnya sebagai “menang tanpa bertempur”.

Bank syari’ah bisa melakukan “menang tanpa bertempur” dengan beberapa cara, seperti menyerang bagian pasar yang selama ini terlayani oleh produk bank syari’ah maupun lembaga keuangan lain. Dalam hal ini bank syari’ah bisa melakukannya dengan penyediaan pembiayaan bagi para pengusaha kecil yang selama ini belum banyak tersentuh oleh bank syari’ah. Bank syari’ah juga bisa menggarap pasar mengambang (floating market) yang mempunyai potensi sangat besar. Pasar mengambang ini terdiri dari para nasabah rasional, bukan nasabah loyalis syariah. Bank syari’ah dapat memperkenalkan keunggulan return yang kompetitif dari sistem bagi hasil yang berprinsip keadilan. Return yang kompetitif ini tentu dapat menarik nasabah yang berpikir rasional dan mengharap keuntungan yang tinggi. Dengan begitu bank syari’ah akan memperoleh pangsa pasar yang lebih besar tidak hanya nasabah loyalis syariah saja.

 

2. Hindari Kekuatan Lawan dan Serang Kelemahannya

Sun Tzu mengarahkan kita fokus pada kelemahan kompetitor, yang bakal memaksimalkan profit karena dapat meminimalkan sumber daya yang digunakan. “Pasukan itu ibarat air. Agar bisa mengalir, dia harus menghindari tempat tinggi dan mencari tempat rendah. Makanya, hindarilah kekuatan dan seranglah kelemahan lawan,” demikianlah petuah Sun Tzu. Dalam pemasaran, lokasi strategis sangat menentukan bagi penigkatan laba. Pemilihan lokasi pendirian bank syari’ah haruslah disesuaikan dengan potensi pasar (medan perang) yang akan menjadi fokus garapannya. Banyak pemasaran bank syari’ah yang familiar dengan teknik analisis SWOT sebagai cara untuk menganalisa situasi bank syari’ah. Kebanyakan strategi pemasaran sudah menggunakan secara implisit, namun tidak begitu sempurna karena kurang eksplisit. Bank syari’ah sebaiknya menggunakan strategi “flanking” (menyerang sisi) terhadap pesaing lewat diferensiasi, perluasan atau membentuk kembali kebutuhan nasabah. Serangan bisa juga dilakukan ketika pesaing tak menduganya sama sekali.
Kelemahan bank syari’ah adalah pada sisi modal atau aset, sehingga bank syari’ah harus menghindari persaingan harga secara terbuka. Bank syari’ah tidak perlu terpancing dengan pergerakan suku bunga konvensional dalam menentukan nisbah bagi hasilnya. Selain tidak sehat dari aspek syariah, persaingan ini juga kan membahayakan kelangsungan aset bank syari’ah Sebaliknya, bank syari’ah harus menyerang kelemahan pesaing dari aspek syariah yaitu, bunga yang ribawi. Dengan kelemahan itu, bank syari’ah dapat terus menerus mempersoalkan hukum bunga yang eksploitatif tersebut. Caranya dapat melalui sosialisasi fatwa MUI tentang keharaman bunga atau dengan mengadakan kampanye anti bunga. Disamping itu, bank syari’ah juga harus menonjolkan kekuatannya pada sistem bagi hasil yang lebih syar’i.
Penyerangan sisi oleh bank syari’ah, yaitu dengan cara terus membedakan diri dengan pesaing, yaitu mengenai:

  • Konsep pengelolaan berdasarkan syariah yang bebas riba.
  • Pengelola berperilaku dan berkomunikasi agamis serta banyak para marketer bank syari’ah yang mempunyai hubungan yang sangat dekat secara psikologis dengan para nasabahnya.
  • Mengadakan pengajian rutin antar nasabah, pengelola, dan pengurus sebagai media promosi yang tepat.
  • Mengembangkan pola pembinaan dan pendampingan dengan membentuk kelompok-kelompok binaan.

Beberapa bank syari’ah menggunkan sistem tanggung renteng, yakni pembiayaan secara kelompok sehingga pembiayaan yang macet bisa ditanggulangi.
Kondisi perekonomian seperti sekarang tentu membuat jalannya dunia usaha agak lambat, bank syari’ah harus mampu memotivasi nasabahnya agar bangkit, sehingga nasabah tersebut membutuhkan pembiayaan. Motivasi ini merupakan cara untuk menciptakan kebutuhan baru sebagai salah satu upaya penyeragan sisi. Hal ini tidak akan disadari dan diduga sebelumnya oleh pesaing.

 

3. Gunakan Pengetahuan dan Strategi

Inilah petuah Sun Tzu yang sangat terkenal: “Kenalilah musuhmu dan kenalilah dirimu, niscaya Anda akan berjaya dalam ratusan pertempuran.” Agar bisa tahu dan mengeksploitasi kelemahan pesaing, butuh pemahaman mendalam tentang strategi, kapabilitas, pemikiran, dan hasrat para pemimpinnya; seperti juga pengetahuan yang dalam atas kekuatan dan kelemahan bank syari’ah. Penting juga untuk mengerti keseluruhan persaingan serta tren yang terjadi di sekeliling. Dengan demikian bank syari’ah memiliki feeling atas medan persaingan tempat di mana bank syari’ah akan bertempur. Sebaliknya, untuk menjaga agar kompetitor tidak memakai strategi yang sama melawan bank syari’ah, penting kiranya untuk menutupi dan merahasiakan rencana tersebut.

Dalam mengenali diri sendiri, bank syari’ah harus mempunyai percaya diri yang tinggi dan tidak mudah menyerah dalam persaingan. Sebaliknya bank syari’ah tidak boleh sombong, ketika meraih kesuksesan. Kesombongan itu akan mengaburkan bank syari’ah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Pengenalan pesaing diharapkan dapat membantu untuk menentukan strategi yang dipakai menyerang kelemahan pesaing. Untuk mengenal medan atau pasar diperlukan pengalaman di lapangan. Dengan mengenal medan, bank syari’ah akan mampu terus berinovasi dan menciptakan momentum. Pengenalan ini tentu memerlukan data informasi dari sebuah tim Research and Development yang handal. Oleh karena itu bank syari’ah memerlukan sebuah departemen Penelitian dan Pengembangan yang terus menerus bekerja di belakang layar.“Suatu perhitungan akan membuahkan hasil kemenangan bila kita mempunyai informasi yang tepat waktu, relevan, dan akurat,” begitulah pendapat Sun Tzu. Oleh karena itu, bank syari’ah harus memaksimalkan kekuatan dalam mengumpulkan informasi yang penting. Penggunaan intelejen pasar (spy) yang jitu akan meningkatkan pengetahuan untuk menyerang pasar dan mendiferensiasikan diri dalam mind share pelanggan. Pemasar bank syari’ah juga tidak bisa mengabaikan gerakan pesaing, lebih-lebih lagi tidak bisa mengabaikan kebutuhan nasabah. Di dunia pemasaran, bank syari’ah mesti mengenal siapa nasabahnya, mengenal siapa pesaingnya, dan mengenal diri bank syari’ah sendiri untuk dapat merebut kemenangan.
Bank syari’ah tidak boleh hanya mengandalkan informasi yang tersedia di publik atau pasar. Produk bank syari’ah yang bagus saja tidak cukup menjamin untuk memenangkan persaingan, tetapi diperlukan sebuah informasi tentang manuver pesaing melalui penggunaan intelejen pasar (spy) yang sesuai dengan etika persaingan bisnis dan ajaran Islam.

Dengan informasi dari mata-mata (marketer), Bank syari’ah bisa menentukan strategi pemasaran yang cerdik, tanpa menimbulkan konflik dan dengan biaya yang sehemat mungkin. Dengan informasi ini, bank syari’ah tidak akan melakukan kesalahan dan kecolongan oleh manuver pesaing yang sebenarnya tidak perlu ditanggapi disamping itu pula dengan penguasaan informasi bank syari’ah diharapkan bisa menerapkan strategi yang lebih jitu dan menjalankan strategi tersebut secara efektif dan efisien.
Disamping itu bank syari’ah yang mempunyai informasi yang lengkap dapat mendahului pesaing dalam melakukan manuver-manuver mengecoh perhatian pesaing, sehingga pesaing akan kecolongan dan tidak menyadari strategi bank syari’ah. Bank syari’ah harus menyembuyikan strategi yang akan digunakan dalam persaingan sehingga pesaing akan kesulitan dalam meramalkan gerak kita. Dengan begitu bank syari’ah dapat mengalihkan perhatian pesaing dan membuat mereka kewalahan dan kebingungan dalam menghadapi strategi bank syari’ah.

 

4. Kecepatan dan Persiapan

Pemasaran bank syari’ah harus bergerak cepat untuk dapat menguasai persaingan. Agar bisa menggunakan pengetahuan dan tipuan secara penuh, Sun Tzu menyatakan bahwa kita harus mampu bertindak dengan kecepatan tinggi. “Bersandar apa adanya tanpa persiapan merupakan kejahatan terbesar, persiapan terhadap kemungkinan yang muncul adalah kebijakan terbesar”. Bergerak dengan cepat bukan berarti mengerjakan secara tergesa-gesa. Kenyataannya, kecepatan butuh persiapan matang. Mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan, mengembangkan produk, dan layanan nasabah adalah hal utama. Memahami reaksi kompetitor potensial terhadap serangan kita merupakan hal yang juga penting.
Timing dan kecepatan sangat krusial dalam persaingan lembaga keuangan Kemampuan membaca pasar dan meluncurkan produk secara cepat, biasanya merupakan langkah utama dalam meraih mind share dan market share. Kecepatan ini mesti dilakukan lewat persiapan yang matang dan membangun struktur tertentu yang cerdas, prospektif, dan adaptif. Dalam meluncurkan produk baru, bank syari’ah harus mempunyai kecepatan dibandingkan pesaing. Kecepatan itu juga harus diimbangi dengan persiapan yang matang atas segala kemungkinan, sehingga bank syari’ah akan siap dalam menhadapi segala resiko yang ditimbulkan dan produk yang diluncurkan itu tidak menjadi bumerang di kemudian hari.

Nasabah bank syari’ah yang sebagian besar pedagang kecil membutuhkan dana pembiayaan yang dengan mudah dan cepat cair. Bank syari’ah harus mampu melakukan pelayanan itu secara cepat, dalam hal ini bank syari’ah bisa membentuk kelompok-kelompok dalam pasar sehingga waktu untuk menarik dan menyalurkan pada nasabah bisa dilakukan dengan waktu yang singkat dengan biaya yang lebih sedikit Namun demikian, bank syari’ah harus tetap memperhatikan prinsip kehati-kehatian dalam memberikan pembiayaan. Kepercayan dan kemitraan dengan nasabah merupakan senjata ampuh dalam menerapkan jurus Sun Tzu ini.
Sun Tzu juga mengatakan “bahwa pasukan yang datang terlebih dahulu akan memproleh kemenagan yang lebih besar dibanding dengan pasukan yang datang tergesa-gesa”, dalam hal ini pemasar lapangan bank syari’ah ibarat pasukan yang harus mempunyai mobilitas dan kecepatan membaca peluang pasar karena pemasar lapanganlah yang langsung berhadapan dengan para nasabah.

 

5. Membentuk Lawan

“Mereka yang ahli adalah mereka yang menggiring lawan menuju medan pertempuran dan bukan sebaliknya,” kata Sun Tzu. Membentuk medan persaingan berarti mengubah aturan kontes (rules of contest), membuat persaingan sesuai dengan keinginan bank syari’ah . Maka dari itu, kendali situasi harus berada dalam genggaman bank syari’ah , bukan pesaing. Salah satu cara melakukan strategi ini ialah melalui penggunaan aliansi. Dengan membangun jaringan aliansi, pergerakan kompetitor dapat dibatasi. Demikian pula, dengan mengontrol titik-titik strategis dalam industri, kita bakal sanggup membuat pesaing menari sesuai irama yang kita tentukan.

Sekarang co-marketing dan co-branding populer digunakan untuk menaikkan marketing relationship, pelengkap produk dan pengalaman yang lain. Menurut Sun Tzu, membangun jaringan aliansi yang kuat merupakan cara untuk membendung gerakan aktraktif lawan. Daripada merger dan akuisisi, aliansi mudah dibentuk dan mudah pula bubar. Ini mengurangi resiko investasi serta memberikan respon pasar dan persaingan yang cepat. Setiap marketing plan yang strategis mesti melibatkan identifikasi, analisis, dan evaluasi dari aliansi potensial untuk mengendalikan medan persaingan. Namun, sebelum membentuk aliansi, perlu dikaji keuntungan apa yang kita peroleh dan tawarkan kepada pihak lain dalam beraliansi.
Dalam melakukan aliansi, bank syari’ah dapat membentuk jaringan sebagai wadah untuk bertukar pikiran dan informasi, saling membantu dalam hal likuiditas, serta berkonsolidasi dalam menghadapi persaingan maupun menyelesaikan konflik yang muncul antar bank syari’ah sendiri. Dengan adanya jaringan ini diharapkan posisi tawar bank syari’ah di hadapan pemerintah maupun pesaing akan meningkat. Dengan posisi tawar yang tinggi, bank syari’ah akan lebih mudah membatasi gerak pesaing. Gerak pesaing yang terbatas akan memudahkan bank syari’ah Huntuk membuat pesaing melakukan persaingan sesuai aturan bank syari’ah .

 

6. Pemimpin Berkarakter

“Bila pemimpin memperlakukan orang dengan kebajikan, keadilan, dan kebenaran, serta mengangkat rasa percaya diri mereka; semua pasukannya akan satu pikiran dan senang melayani.” Implementasi suatu strategi pemasaran bank syari’ah memerlukan delegasi. Butuh seorang pemimpin dalam hal ini manajer bank syari’ah spesial, untuk mewujudkan konsep-konsep strategi ini dan memaksimalkan potensi karyawan bank syari’ah. Sun Tzu menggambarkan beberapa ciri dari seorang leader yang baik. Seorang pemimpin harus bijak, tulus, ramah, berani, dan tegas. Pemimpin juga mesti selalu memberikan contoh pada bawahannya. Hanya leader berkarakter yang bisa merebut hati para karyawannya. Manajer bank syari’ah yang berkarakter akan mampu menciptakan suasana manajemen bank syari’ah yang dapat menumbuhkan disiplin dan percaya diri pegawai dalam menjalankan strategi pemasran yang telah ditetapkan.

Seperti yang kita ketahui, kemampuan suatu bank syari’ah mendorong inisiatif karyawannya merupakan hal yang amat penting. Hanya dengan demikianlah, bank syari’ah tersebut bisa menyesuaikan strateginya, serta merespon lingkungan kompetensi yang dinamis dan tuntutan nasabah yang semakin tinggi. Seperti yang dikatakan Sun Tzu, “Dalam perang sekarang, terdapat seratus perubahan pada setiap langkahnya. Bila seseorang yakin ia mampu, ia maju; bila ia menganggapnya sulit, ia bakal tertinggal”. Sistem manajemen bank syari’ah juga harus mendorong kreativitas pegawai dengan cara memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide atau pendapat yang dapat membantu kinerja pemasaran bank syari’ah .

Sun Tzu sangat memperhatikan kedisiplinan dan kepemimpinan, ia menyatakan “jika kata-kata perintah yang diberikan tidak jelas dan perintah tidak dipahami sepenuhnya, maka yang salah adalah panglimanya, namun jika perintah yang diberikan sudah jelas tapi para perajurit tidak mematuhinya maka yang salah adalah pemimpin” dari pernyataan tersebut jelas bahwa Sun Tzu sangat mengutamakan kebijakan pemimpin dan kedisipilinan bagi seluruh bawahannya untuk menaati akan tetapi di sisi yang lain Sun Tzu menyatakan bahwa “petarung yang handal akan mempertimbangkan pengaruh energi gabungan, dan tidak terlalu banyak meminta dari pasukannya” dari pernyataan tersebut dapat dilihat bahwa Sun Tzu memperhatikan komunikasi dua arah antara pemimpin dengan bawahannya. Komunikasi ini penting dalam bank syari’ah agar keharmonisan hubungan atasan dan bawahan bank syari’ah tetap terjaga.

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Manajemen Bank Umum

Manajemen Bank Umum

Manajemen Bank Umum

Pengertian Bank Umum menurut UU No.7 tahun 1992 sebagaimana diubah dalam UU No. 10 Tahun 1998 yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan usaha bank umum www.bpkp.go.id/uu

 

Resiko Usaha Bank

  • Resiko Kredit (credit atau default risk) Risiko dimana bank tidak mampu mengembalikan dana nasabah.
  • Resiko Investasi (Invesment risk)
  • Resiko likuiditas (liquidity risk)
  • Risiko kemungkinan nasabah menarik dananya
  • Resiko Operasional (Operating risk)
  • Resiko Penyelewengan (fround risk)
  • Resiko fidusia (fiduciary risk)

 

Sumber Dana bank

1.Bank itu sendiri

  • Modal disetor dapat berupa setoran pemegang saham
  • Cadangan laba
  • Laba yang ditahan
  • Laba tahun berjalan
  • Agio saham

2.Masyarakat

  • Giro (demand deposit)
  • Tabungan (saving deposit)
  • Deposito

-Deposito Berjangka
-Sertifikat Deposito (certificate of deposit)
-Deposito On Call atau deposito harian

3.Lembaga Keuangan lain

  • BLBI
  • Call Money
  • SBPU
  • Pinjaman dari bank luar negeri

 

Pengelolaan Aktiva Dan pasiva Bank

Tujuan utama pengelolaan aktiva pasiva bank adalah untuk menstruktur portofolio sisi aktifa dan Pasifa bank secara konsistent, terkoordinasi dan terpadu guna memperoleh keuntungan danmeningkatkan nilai modal pemilik saham bank.

Alasan perlunya aktifa vasifa dikelola secara terpadu:

  • Tingkat bungan yg berfluktuasi
  • Perubahan struktur sumber dana
  • Meningkatnya kebutuhan modal
  • Persaingan yang tajam antar bank
  • Perkembangan sistem informasi
  • Meningkatnya peran perbankan
  • Kertersediaan dana di pasar uang
  • Perubahan komposisi aktifa
  • Meningkatnya penekanan pada penilaian kinerja bank
  • Meningkatnya biaya operasional

 

Permodalan Bank

Modal Inti

  • Modal disetor
  • Agio saham
  • Modal sumbangan
  • Cadangan umum
  • Cadangan tujuan
  • Laba yang ditahan
  • Laba tahun lalu
  • Laba tahun berjalan

Modal Pelengkap

  • Cadangan revaluasi aktiva tetap
  • Penyisihan penghapusan aktiva produktif
  • Penyisihan penghapusan aktiva produktif yang dapat diperhitungkan sebagai komponen pelengkap
  • Modal pinjaman
  • Pinjaman subordinasi

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Categories
Pendidikan

Penggunaan Dana Bank

Penggunaan Dana BankPenggunaan Dana Bank

 

A. Berdasarkan Prioritas Penggunaan Dana

1. Cadangan Likuiditas

Cadangan Primer (primary reserves): Untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum dan untuk keperluan operasi termasuk untuk memenuhi semua penarikan simpanan dan permintaan kredit nasabah. —
Cadangan Sekunder (secondary reserves): —Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas kurang dari 1 tahun

2. Penyaluran Kredit

Pemberian kredit/loan kepada nasabah yang memenuhi ketentuan kebijakan perkreditan bank yang bersangkutan.

3. Invesment

Penanaman dana dalam surat berharga jangka panjang, guna memperoleh penghasilan.

 

B. Berdasarkan Sifat Aktiva

  • Aktiva Produktif (Kredit, Penempatan di bank lain, Surat berharga, Penyertaan)
  • Aktiva Tidak Produktif (Alat likuid, Aktiva tetap/inventaris)

Dilema pengelolaan bank yaitu profitabilitas versus likuiditas atau profitability vs liquidity (earning vs safety).

Pendekatan yang dilakukan dalam menghadapi dilema:

1.Pool of funds approach
Asumsi: dana bank yang diperoleh dari berbagai sumber diperlakukan sebagai dana tunggal, sehingga sumber dana tidak lagi dapat diidentifikasi secara individual.
2.Asset allocation approach (conversion of funds approach)
Asumsi: sumber-sumber dana bank harus diperlakukan secara individu dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing sumber dana

 

Pengertian Modal Bank :

Sejumlah dana yang diinvestasikan oleh pemilik bank pada waktu pendirian bank yang dimaksudkan untuk membiayai kegiatan usaha bank.

1.Modal Inti

  • Modal disetor
  • Laba Ditahan
  • Laba Tahun Lalu
  • Laba Tahun Berjalan
  • Agio Saham
  • Cadangan Umum
  • Cadangan Tujuan
  • Bag. Kekayaan Anak Perusahaan

2.Modal Pelengkap

  • Cadangan Revaluasi Aktiva Tetap
  • Cadangan Penghapusan Aktiva yang Diklasifikasikan
  • Modal Kuasi
  • Pinjaman Subordinasi

 

Bank Syariah

Pengertian Bank Syariah menurut UU No.7 tahun 1992 sebagaimana diubah dalam UU No. 10 Tahun 1998 yaitu —Kegiatan usaha bank syariah www.bpkp.go.id/uu

Penghimpunan Dana
1.—Al-Wadi’ah
2.Al-Mudharabah

Penyaluran Dana
1.Prinsip Jual Beli (Bai’)

  • Bai’ Almurabahah
  • Bai’ As-Salam
  • Bai’ Al-Istishna

2.Prinsip Bagi Hasil

  • Al-Mudhrabah
  • Al-Musyarakah
  • Al-Muzra’ah
  • Al-Musyarakah

3.Prinsip Sewa Menyewa

  • Al-Ijarah
  • Al-Ijarah al-muntahiya bit-tamlik

4.Prinsip Meminjam

  • Al-Qardh

5.Pemberian Jasa perbankan lainyaAl-Wakalah

  • Al-Hawalah
  • Al-Kafalah
  • Al-Rahn

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan Umum

Usaha Kecil

Usaha Kecil

Usaha kecil didefinisikan berbeda-beda menurut sudut pandang masing–masing orang yang mendefinisikan, ada yang melihat dari modal usaha, penjualan dan bahkan jumlah tenaga kerja yang dimiliki. Tetapi pada dasarnya prinsipnya adalah sama.
M. Tohar mendefinisikan perusahaan kecil adalah sebagai berikut Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil, dan memenuhi kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam undang-undang (Tohar, 2001:1).

Menurut Ina Primiana mendefinisikan usaha kecil adalah sebagai berikut (Primiana, 2009:11):

1. Pengembangan empat kegiatan ekonomi utama (core business) yang menjadi motor penggerak pembangunan, yaitu agribisnis, industri manufaktur, sumber daya manusia (SDM), dan bisnis kelautan.
2. Pengembangan kawasan andalan, untuk dapat mempercepat pemulihan perekonomian melalui pendekatan wilayah atau daerah, yaitu dengan pemilihan wilayah atau daerah untuk mewadahi program prioritas dan pengembangan sektor-sektor dan potensi.
3. Peningkatan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat.
Sedangkan Financial Accounting Standard Board (FASB) dalam Ahmed Riahi Balkaoui, mendefinisikan perusahaan kecil sebagai berikut: Sebuah perusahaan kecil yang operasinya relatif kecil, biasanya dengan pendapatan total kurang dari $5 juta.

 

Ciri – Ciri Perusahaan itu umumnya, Yaitu :

(a) dikelola oleh pemilik sendiri,

(b) memiliki beberapa pemilik lain, jika ada,

(c) semua pemilik secara aktif terlibat dalam menjalankan urusan-urusan perusahaan kecuali mungkin anggota keluarga tertentu,

(d) jarang terjadi pemindahan hak kepemilikan, dan

(e) memiliki struktur modal yang sederhana (Balkaoui, 2000:50).

Dari definisi diatas usaha kecil dapat disimpulkan bahwa di dalam usaha kecil ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Pemusatan kepemilikan dan pengawasan di tangan seseorang atau beberapa orang,
2. Terbatasnya pemisahan dalam perusahaan.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan Umum

Kelebihan Usaha Kecil

Kelebihan Usaha Kecil

Usaha kecil pada kenyataannya mampu bertahan dan mengantisipasi kelesuan perekonomian yang diakibatkan inflasi maupun berbagai faktor penyebab lainnya. Tanpa subsidi maupun proteksi, usaha kecil mampu menambah nilai devisa negara khususnya industri kecil di sektor informal dan mampu berperan sebagai penyangga dalam perekonomian masyarakat kecil/lapisan bawah.

 

Nilai strategis usaha kecil bagi perkembangan perekonomian negara kita, antara lain sebagai berikut:

  1. Banyaknya produk-produk tertentu yang dikerjakan oleh perusahaan kecil. Perusahaan besar dan menengah banyak ketergantungan kepada perusahaan kecil, karena jika hanya dikerjak perusahaan besar dan menengah, marginnya menjadi tidak ekonomis.
  2. Merupakan pemerataan konsentrasi dari kekuatan-kekuatan ekonomi dalam masyarakat. Secara umum perusahaan dalam skala kecil baik usaha perseorangan maupun persekutuan (kerja sama) memiliki kelebihan dan daya tarik. Kelebihan dan daya tarik tersebut adalah sebagai berikut.
  • Pemilik merangkap manajer perusahaan dan merangkap semua fungsi manajerial seperti marketing, finance, dan administrasi.
  • Dalam pengelolaannya mungkin tidak memiliki keahlian manajerial yang handal.
  • Sebagian besar membuat lapangan pekerjaan baru, inovasi, sumber daya baru serta barang dan jasa-jasa baru.
  • Risiko usaha menjadi beban pemilik.
  • Pertumbuhannya lambat, tidak teratur, tetapi kadang-kadang terlalu cepat dan bahkan prematur.
  • Fleksibel terhadap bentuk fluktuasi jangka pendek, namun tidak memiliki rencana jangka panjang.
  • Bebas menentukan harga produksi atas barang dan jasa.
  • Prosedur hukumnya sederhana.
  • Pajak relatif ringan, karena yang dikenakan pajak adalah pribadi/pengusaha, bukan perusahaannya.
  • Komunikasi dengan pihak luar bersifat pribadi.
  • Mudah dalam proses pendiriannya.
  • Mudah dibubarkan setiap saat jika dikehendaki.
  • Pemilik mengelola secara mandiri dan bebas waktu.
  • Pemilik menerima seluruh laba.
  • Umumnya mampu untuk survive.
  • Cocok untuk mengelola produk, jasa, atau proyek perintisan yang sama sekali baru, atau belum pernah ada yang mencobanya, sehingga memiliki sedikit pesaing.
  • Memberikan peluang dan kemudahan dalam peraturan dan kebijakan pemerintah demi berkembangnya usaha kecil.
  • Diversifikasi usaha terbuka luas sepanjang waktu dan pasar konsumen senantiasa tergali melalui kreativitas pengelola.
  • Relatif tidak membutuhkan investasi terlalu besar, tenaga kerja tidak berpendidikan tinggi, dan sarana produksi lainnya relatif tidak terlalu mahal.
  • Mempunyai ketergantungan secara moril dan semangat usaha dengan pengusaha kecil lainnya.

 

Kelemahan Pengelolaan Usaha Kecil

Kelemahan dan hambatan dalam pengelolaan usaha kecil umumnya berkaitan dengan faktor intern dari usaha kecil itu sendiri. Kelemahan dan hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut:
· Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan, utang yang tidak bermanfaat, tidak mematuhi ketentuan pembukuan standar.
· Pembagian kerja yang tidak proporsional, dan karyawan sering bekerja di luar batas jam kerja standar.
· Tidak mengetahui secara tepat berapa kebutuhan modal kerja karena tidak adanya perencanaan kas.
· Persediaan barang terlalu banyak sehingga beberapa jenis barang ada yang kurang laku.
· Sering terjadi mist-manajemen dan ketidakpedulian pengelolaan terhadap prinsip-prinsip manajerial.
· Sumber modal yang terbatas pada kemampuan pemilik.
· Perencanaan dan program pengendalian sering tidak ada atau belum pernah merumuskan.

Adapun yang menyangkut faktor ekstern antara lain:

a. Risiko dan utang-utang kepada pihak ketiga ditanggung oleh kekayaan pribadi pemilik.
b. Sering kekurangan informasi bisnis, hanya mengacu pada intuisi dan ambisi pengelola, serta lemah dalam promosi.
c. Tidak pernah melakukan studi kelayakan, penelitian pasar, dan analisis perputaran uang tunai.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan Umum

Dampak Eksternalitas Penerapan Akuntansi Lingkungan

Dampak Eksternalitas Penerapan Akuntansi Lingkungan

Besarnya dampak Eksternalities ini terhadap kehidupan masyarakat yang menginginkan manfaat perusahaan menyebabkan timbulnya keinginan untuk melakukan kontrol terhadap apa yang dilakukan oleh perusahaan secara tersistematis sehingga dampak negatif dari eksternalities ini tidak menjadi semakin besar. Dari hal semacam ini kemudian mengilhami sebuah pemikiran untuk mengembangkan ilmu akuntansi yang bertujuan untuk mengontrol tanggung jawab perusahaan. Adanya tuntunan ini maka akuntansi bukan hanya merangkum informasi data keuangan antara pihak perusahaan dengan pihak ketiga namun juga mengatasi hubungan dengan lingkungan. Ilmu akuntansi yang mengatur proses pengukuran, penyajian, pengungkapan, dan pelaporan eksternalities tersebut disebut dengan Akuntansi lingkungan

Akuntansi Dalam Dunia Bisnis

Didalam dunia bisnis dikenal akuntansi yang merupakan penyedia informasi dan merupakan alat pertanggungjawaban manajemen yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Didalam akuntansi konvensional, informasi dalam laporan keuangan merupakan hasil transaksi perusahaan dari pertukarang barang dan jasa antara dua atau lebih entitas ekonomi (Belkoui, 1981). Pertukaran barang antara perusahaan dan lingkungan sosialnya menjadi cenderung diabaikan akibat dari perlakukan akuntansi tersebut yang menyebabkan pengguna laporan keuangan memperoleh informasi yang kurang lengkap terutama mengenai hal hal yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial perusahaan.
Pada mulanya akuntansi diartikan hanya sekedar sebagai prosedur pemrosesan data keuangan. Pengertian ini dapat ditemukan dalam Accounting Terminology Bulletin yang diterbitkan oleh AICPA (American Institute of Certified Public Accounting). Dalam Accounting Terminology Bulettin no.1 dinyatakan sebagai berikut:
Accounting is the art of recording, classifying and summarizing in a significant manner and in the term of money, transaction and event which are and part, at least of finantial character and interpreting the result there of.” (AICPA, 2000).

 

Perkembangan Akuntansi Lingkungan

Pada perkembangannya, akuntansi tidak hanya sebatas proses pertanggung jawaban keuangan namun juga mulai merambah ke wikayah pertanggung jawabab sosial lingkungan sebagai ilmu akuntansi yang relatif baru. Akuntansi lingkungan menunjukkan biaya riil atas input dan proses bisnis serta memastikan adanya efisiensi biaya, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur biaya kualitas dan jasa. Tujuan utamanya adalah dipatuhinya perundangan perlimdungan lingkungan untuk menemukan efisiensi yang mengurangi dampak dan biaya lingkungan.
Dalam akuntansi secara umum yang terjadi adalah pengukuran dan pencatatan terhadap dampak yang timbul dari hubungan antara perusahaan dengan pelanggan atau konsumen produk namun dalam akuntansi lingkungan lebih cenderung menyoroti masalah aspek sosial atau dampak dari kegiatan secara teknis, misalnya pada saat penggunaan alat atau bahan bakuperusahaan yang kemudian akan menghasilkan limbah produksi yang berbahaya. Bidang ini amat penting sebab khususnya di Indonesia saat ini terlalu banyak perusahaan baik badan usaha milik negara maupun swasta yang dalam pelaksanaan operasi usaha ini menimbulkan kerusakan ekosistem karena adanya limbah produksi perusahaan yang tentu memerlukan alokasi biaya penanganan khusus untuk hal tersebut. .
Alokasi biaya lingkungan terhadap produk atau proses produksi dapat memberikan manfaat motivasi bagi manajer atau bawahannya untuk menekan polusi sebagai akibat dari proses produksi tersebut Didalam akuntansi konvensional, biaya ini dialokasikan pada biaya overhead dan pada akuntansi tradisional dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan dialokasikan keproduk tertentu atau dialokasikan pada kumpulan kumpulan biaya yang menjadi biaya tertentu sehingga tidak dialokasikan keproduk secara spesifik.

 

Mendefinisikan Akuntansi Lingkungan

Akuntansi lingkungan ini merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfungsi dan mengidentifikasikan, mengukur, menilai, dan melaporkan akuntansi lingkungan. Dalam hal ini, pencemaran dan limbah produksi merupakan salah satu contoh dampak negatif dari operasional perusahaan yang memerlukan sistem akuntansi lingkungan sebagai kontrol terhadap tanggung jawab perusahaan sebab pengelolaan limbah yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan pengukuran, penilaian, pengungkapan dan pelaporan biaya pengelolaan limbah dari hasil kegiatan operasional perusahaan.
Atas dasar itulah kemudian peneliti mencoba mengangkat masalah akuntansi lingkungan tersebut dalam penelitian yang akan mengungkap penerapan akuntansi lingkungan pada sebuah perusahaan yang sangat berpotensi menghasilkan limbah produksi, yaitu limbah medis di perusahaan layanan kesehatan masyarakat.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Macam-Macam Pencemaran

Pencemaran Lingkungan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, atau komponen lain kedalam lingkungan. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran adalah polutan. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,0033% di udara berfaedah bagi tumbuhan. Akan tetappi jika lebih tingggi dari 0,0033% dapat memberefek merusak. Suatu zat dapat disebut polutan apabila :

1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat

 

Macam-macam Pencemaran

 

Macam-macam Pencemaran

1. Menurut tempat terjadinya : pencemaran udara, air, tanah, dan polusi suara.

a. Pencemaran udara

1. Sumber pencemaran udara.

Pencemaran uadara dibedakan menjadi : pencemaran sekunder yaitu pencemaran yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara, contohnya karbon monoksida. Dan pencemaran primer yaitu pencemaran yang terbentuk dari pencemar-perncemar primer di atmosfer, contonya pembentukan ozon dalam smog fotokimia.

Kegiatan manusia yang menimbulkan pencemaran udara, antara lain : transportasi, industry, pembangkit listrik, pembakaran, gas buang pabrik (CFC)

Sumber alami penyebab pencemaran udara adalah : gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, nitrifikasi dan denifitrikasi biologi

Sumber-sumber lainnya : transportasi amonia, kebocoran tangki klor, timbul gas metana dari lahan uruk/ tempat pembuangan sampah akhir, uap pelarut organic

Jenis-jenis pencemar antara lain : karbon monoksida, oksida nitrogen, oksida sulfur, CFC, hidrokarbon, ozon, volatile organic compounds, dan partikulat

2. Dampak pencemaran udara
a. Dampak kesehatan
b. Dampak terhadap tanaman
c. Hujan asam
d. Kerusakan lapisan ozon
e. Penanggulangan pencemaran udara

 

Pencemaran air

Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut :
1. Pembuangan limbah industry, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestic, misalnya sisa pembuangan detergen mencemari air
2. Sampah organic yang dibusukan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organism air
3. Fosfat hasil pembusukan bersama HO3 dan pupuk pertaniaan terakumulasi sehingga menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabakan pertumbuhan cepat pada alga (blooming alga).
Upaya menanggulangi pencemaran air :
1. Meningkatkan usaha reboisasi dan penghijauan
2. Mencegah perambatab hutan dengan pengawasan dan penerapan sanksi hukum yang tegas
3. Menerapkan system pertanian konservasi
4. Menggunakan pupuk dan pestisida seperlunya
5. Menerapkan kaidah-kaidah konversasi tanah dan air pada setiap pemanfaatan lahan
6. Mengumpulkan limbah domestic sehingga tidak masuk kedalam perairan umum
7. Memanfaatkan limbah domestic untuk keperluan lain
8. Memproses limbah padat domestic dengan system landfill sanitary (system penimbunan berlapis)
9. Memisahkan limbah padat dari limbah cair
10. Mengumpulkan B3 kemudian diolah secara khusus
11. Mengurangi atau mengganti bahan kimia dalam proses produksi sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan
12. Mengolah limbah cair industry sehinggga kualitas limbah cair yang dibuang ke peraiaran umum tidak melampaui baku mutu yang berlaku.

 

Pencemaran tanah

1. Dampak pencemaran tanah
a. Pada kesehatan
b. Pada ekosistem
c. Pada kegiatan pertanian

Penanggulangan pencemaran tanah

a. Remediasi : kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar
b. Bioremediasi : proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur dan bakteri)

pencemaran suara

Pencemaran suara bersifat terus-menerus dengan tingkat kebisinga di atas 80 dB dapat mengankibatkan efek atau dampak yang merugikan kesehatan manusia. Berikut ini adalah beberapa efek samping negative dari pencemaran suara :
a. stess
b. gila
c. perubahan denyut nadi
d. tekanan darah berubah
e. gangguan fungsi jantung
f. kontraksi perut

berikut ini adalah contoh kebisinbgan yang menimbulakn pencemaran suara :

1. orang ngobrol biasa : 40dB
2. orang rebut/silat lidah : 80 dB
3. suara kereta api : 95 dB
4. mesin motoer 5 pk : 104 dB
5. suara geledek : 120 dB
6. pesawat jet tinggal landas : 150 dB

cara untuk mrnaggulangi pencemaran suara antara lain :

1. investor mesin pabrik hendaknya memilih mesin yang dapat mengurangi kebisingan
2. produsen kendaraan bermotor mengeluarkan standar kebisingan
3. memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4. Masyarakat dapat melakukan kegiatan refreshing untuk mengurangi dampak polusi suara dengan pergi ke gunung, pantai, atau perdesaan, serta daerah-daerah yang jauh dari kebisingan .

Categories
Pendidikan

Dampak Kerusakan Lingkungan

Gejala-Gejala kerusakan lingkungan

Kerusakan lingkungan baik dalam skala global maupun local termasuk dinegara kita hingga saat ini sudah semakin parah . Indikator kerusakan lingkungan terutama yang diakibatkan oleh degridasi lahan cukup nyata didepan mata dan sudah sangat sering kita alami, seperti :

1. Banjir tahunan
2. Erosi dan pendangkalan sungai atau danau
3. Kelangkaan air
4. Polusi air dan udara
5. Pemanasan global
6. Kerusakan keragaman hayati
7. Ledakan hama dan penyakit

 

Dampak Kerusakan Lingkungan

 

Dampak kerusakan lingkungan

1. Dampak kerusakan lingkungan terhadap pemanasan global

Konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal sebagaia gas rumah kaca, terus bertambah diudara akibatnya tindakan manusia melalui kegiatan industry, khususnya karbon dioksida (CO2), dan CFC. Akan tetapi yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan dari penggunaan batu bara, minyak bumi, gas, pengundulan hutan, serta pembakaran hutan .

2. Dampak pemanasan global terhadap perubahan iklim

Dalam panel antarpemertintahan mengenai perubahan iklim yang diselenggarakan pada bulan Desember 1977 dan Desember 2000, badan terdiri atas 2.000 ilmuawan tersebut menyebutkan sejumlah realitas yang ter jadi pada saat ini, diantaranya :

a. Mencairnya es kutub utara dan selatan
b. Curah hujan rata-rata 2-3%
c. Suhu rata-rata udara naik 0,3°C pertahun
d. Terumbu karang menjadi rusak
e. Kerusakan tanah pertanian merosot hingga2-8%
f. Permukaan tanah turun 0,8 cm per tahun
g. Bencana-bencana alam sering terjadi
h. Suhu global meningkat sekitar 5°C
i. Pemukaan es dikutub uatara makin tipis
j. Penggundulan hutan
k. 20% emisi karbon
l. Semenjak perang dunia II jumlah kendaraan bertambah
m. Negara-negara miskin dilanda kekeringan
n. Selama 50 tahun ini kita telah menggunakan sekurang-kurangnya setengah dari sumber energy
o. Biaya tahunan untuk menangkal pemanasan global
p. Panen makanan merosot
q. Para petani beralih tempat olahan ke pegunungan
r. Pengungsi akibat lingkungan hidup sudah berjumnlah 25 juta diseluruh dunia

 

Upaya penyelamatan dan pemulihan

Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain :

1. Membuat sebanyak mungkin sumur resapan air
2. Menyelamatkan hutan mangrove di pantai-pantai Indonesia
3. Membenahi kebijakan pengolahan hutan yang berpihak kepada rakyat dengan melibatkan masyarakat untuk menjaga hutan daerah masing-masing
4. Merancang cara-cara melindungi sumber-sumber alam
5. Mengurangi penggunaan air, pembakaran barang-barang yang tidak dapat didaur ulang, emisi CFC dan pengganti emisi CFC denagn tidak mengguanakan enregi efisien, dan juga mengurangi penggunaan listrik dengnan mengguanakan lampu hemat energy.

Secara pribadi maupun dengan komunitas, kita dapat mempraktikan tiga hal berikut, yaitu :

1. Mendaur ulang atau menggunakan kembali barang-barang yang dapat dipakai
2. Memulai dengan membuat kompos
3. Mendorong industry kerajinan untuk menjalankan tanggung jawab bagi daur ulang bahan-bahan sisa dan alat-alat elektro seperti televise dan computer.

 

Manusia dalam hubungannya dengan alam

Hubungan antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya adalah :
1. Hubungan keimanan dan peribadatan
2. Hubungan pemanfaatan yang berkelanjutan
3. Hubunga pemeliharaan

Categories
Pendidikan

Gunung Meletus

Gunung meletus

Sifat letusan gunung api terbagi menjadi dua, yaitu effusive (meletus secara perlahan) dan eksplosif (meleeetus secara meledak-ledak). Material-material yang dikeluarkan saat gunung meletus beruap abu, pasir,batuan,krikil kecil, cairan-cairan silikat, solfatar, asam arang, dan mofet.

Gunung meletus

Tanda-tanda gunung meletus :

1. Terjadi peningkatan suhu didaerah sekitar kawah
2. Sumber-simber air yang kering
3. Sering terjadi gempa vulkanik
4. Sering terdengar suara gemuruh
5. Turunnya binatang- binatang dari puncak didaerah kaki gunung

Kerusakan lingkungan yang tejadi :

1. Timbul banyak korban
2. Bertebaran debu-debu gunung api yang dapat membahayakan penerbangan udara
3. Rusaknya lahan pertanian
4. Rusaknya semua material
5. Terbakarnya hutan
6. Keringnya sumber-sumber air
7. Rusaknya lingkungan sekitar

Mengurangi resiko gunung api

a. Memanfaat gunung api
b. Tidak mengekploitasi gunung api
c. Memahami bahaya letusan gunung api

Mengatasi bencana letuasn gunung api

a. Sebelum terjadi letusan
b. Saat terjadi letusan gunung api
c. Saat terjadi letusan
d. Setelah letusan gunung api

Categories
Pendidikan

Pengertian Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah sentakan asli dari bumi yang bersumber didalam bumi, merambat melalui permukaan, dan menembus bumi. Cara yang paling sering dipakai untuk mengukur besar suatu gempa adalah skala richter.

gempa bumi

Bentuk kerusakan laingkungan akibat gempa :

  1. Rusaknya fasillitas lingkungan
  2. Amblesnya permukaan tanah
  3. Gempa bumi laut menghasilakn tsunami

 

Mengurangi resiko gempa bumi

  • Memetakan gempa bumi
  • Monitoring gempa bumi
  • Memperkirakan gempa
  • Penerangan tentang gempa

 

Mengatasi gempa bumi

Langkah-langkah mengatasinya :

  1. Mengenal daerah rawan gempa
  2. Mengamati perilaku hewan
  3. Memahami tindakan-tindakan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi
  4. Penyelamatan dan pemulihan

Tindakan yang harus dilakukan :

  1. Melakukan evakuasi dan mendirikan tenda-tenda pengungsian bagi korban
  2. Melakukan penyelamatan
  3. Menyediakan bantuan medis
  4. Menyediakan MCK, air, makanan, dan minuman
  5. Menyediakan pendidikan darurat
  6. Melakukan pemulihan psikologis pada korban
  7. Memperbaiki dan membangun kembali gedung, sarana, dan fasilitas lainnya.