Categories
Pendidikan Umum

Usaha Kecil

Usaha Kecil

Usaha kecil didefinisikan berbeda-beda menurut sudut pandang masing–masing orang yang mendefinisikan, ada yang melihat dari modal usaha, penjualan dan bahkan jumlah tenaga kerja yang dimiliki. Tetapi pada dasarnya prinsipnya adalah sama.
M. Tohar mendefinisikan perusahaan kecil adalah sebagai berikut Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil, dan memenuhi kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam undang-undang (Tohar, 2001:1).

Menurut Ina Primiana mendefinisikan usaha kecil adalah sebagai berikut (Primiana, 2009:11):

1. Pengembangan empat kegiatan ekonomi utama (core business) yang menjadi motor penggerak pembangunan, yaitu agribisnis, industri manufaktur, sumber daya manusia (SDM), dan bisnis kelautan.
2. Pengembangan kawasan andalan, untuk dapat mempercepat pemulihan perekonomian melalui pendekatan wilayah atau daerah, yaitu dengan pemilihan wilayah atau daerah untuk mewadahi program prioritas dan pengembangan sektor-sektor dan potensi.
3. Peningkatan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat.
Sedangkan Financial Accounting Standard Board (FASB) dalam Ahmed Riahi Balkaoui, mendefinisikan perusahaan kecil sebagai berikut: Sebuah perusahaan kecil yang operasinya relatif kecil, biasanya dengan pendapatan total kurang dari $5 juta.

 

Ciri – Ciri Perusahaan itu umumnya, Yaitu :

(a) dikelola oleh pemilik sendiri,

(b) memiliki beberapa pemilik lain, jika ada,

(c) semua pemilik secara aktif terlibat dalam menjalankan urusan-urusan perusahaan kecuali mungkin anggota keluarga tertentu,

(d) jarang terjadi pemindahan hak kepemilikan, dan

(e) memiliki struktur modal yang sederhana (Balkaoui, 2000:50).

Dari definisi diatas usaha kecil dapat disimpulkan bahwa di dalam usaha kecil ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Pemusatan kepemilikan dan pengawasan di tangan seseorang atau beberapa orang,
2. Terbatasnya pemisahan dalam perusahaan.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan Umum

Kelebihan Usaha Kecil

Kelebihan Usaha Kecil

Usaha kecil pada kenyataannya mampu bertahan dan mengantisipasi kelesuan perekonomian yang diakibatkan inflasi maupun berbagai faktor penyebab lainnya. Tanpa subsidi maupun proteksi, usaha kecil mampu menambah nilai devisa negara khususnya industri kecil di sektor informal dan mampu berperan sebagai penyangga dalam perekonomian masyarakat kecil/lapisan bawah.

 

Nilai strategis usaha kecil bagi perkembangan perekonomian negara kita, antara lain sebagai berikut:

  1. Banyaknya produk-produk tertentu yang dikerjakan oleh perusahaan kecil. Perusahaan besar dan menengah banyak ketergantungan kepada perusahaan kecil, karena jika hanya dikerjak perusahaan besar dan menengah, marginnya menjadi tidak ekonomis.
  2. Merupakan pemerataan konsentrasi dari kekuatan-kekuatan ekonomi dalam masyarakat. Secara umum perusahaan dalam skala kecil baik usaha perseorangan maupun persekutuan (kerja sama) memiliki kelebihan dan daya tarik. Kelebihan dan daya tarik tersebut adalah sebagai berikut.
  • Pemilik merangkap manajer perusahaan dan merangkap semua fungsi manajerial seperti marketing, finance, dan administrasi.
  • Dalam pengelolaannya mungkin tidak memiliki keahlian manajerial yang handal.
  • Sebagian besar membuat lapangan pekerjaan baru, inovasi, sumber daya baru serta barang dan jasa-jasa baru.
  • Risiko usaha menjadi beban pemilik.
  • Pertumbuhannya lambat, tidak teratur, tetapi kadang-kadang terlalu cepat dan bahkan prematur.
  • Fleksibel terhadap bentuk fluktuasi jangka pendek, namun tidak memiliki rencana jangka panjang.
  • Bebas menentukan harga produksi atas barang dan jasa.
  • Prosedur hukumnya sederhana.
  • Pajak relatif ringan, karena yang dikenakan pajak adalah pribadi/pengusaha, bukan perusahaannya.
  • Komunikasi dengan pihak luar bersifat pribadi.
  • Mudah dalam proses pendiriannya.
  • Mudah dibubarkan setiap saat jika dikehendaki.
  • Pemilik mengelola secara mandiri dan bebas waktu.
  • Pemilik menerima seluruh laba.
  • Umumnya mampu untuk survive.
  • Cocok untuk mengelola produk, jasa, atau proyek perintisan yang sama sekali baru, atau belum pernah ada yang mencobanya, sehingga memiliki sedikit pesaing.
  • Memberikan peluang dan kemudahan dalam peraturan dan kebijakan pemerintah demi berkembangnya usaha kecil.
  • Diversifikasi usaha terbuka luas sepanjang waktu dan pasar konsumen senantiasa tergali melalui kreativitas pengelola.
  • Relatif tidak membutuhkan investasi terlalu besar, tenaga kerja tidak berpendidikan tinggi, dan sarana produksi lainnya relatif tidak terlalu mahal.
  • Mempunyai ketergantungan secara moril dan semangat usaha dengan pengusaha kecil lainnya.

 

Kelemahan Pengelolaan Usaha Kecil

Kelemahan dan hambatan dalam pengelolaan usaha kecil umumnya berkaitan dengan faktor intern dari usaha kecil itu sendiri. Kelemahan dan hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut:
· Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan, utang yang tidak bermanfaat, tidak mematuhi ketentuan pembukuan standar.
· Pembagian kerja yang tidak proporsional, dan karyawan sering bekerja di luar batas jam kerja standar.
· Tidak mengetahui secara tepat berapa kebutuhan modal kerja karena tidak adanya perencanaan kas.
· Persediaan barang terlalu banyak sehingga beberapa jenis barang ada yang kurang laku.
· Sering terjadi mist-manajemen dan ketidakpedulian pengelolaan terhadap prinsip-prinsip manajerial.
· Sumber modal yang terbatas pada kemampuan pemilik.
· Perencanaan dan program pengendalian sering tidak ada atau belum pernah merumuskan.

Adapun yang menyangkut faktor ekstern antara lain:

a. Risiko dan utang-utang kepada pihak ketiga ditanggung oleh kekayaan pribadi pemilik.
b. Sering kekurangan informasi bisnis, hanya mengacu pada intuisi dan ambisi pengelola, serta lemah dalam promosi.
c. Tidak pernah melakukan studi kelayakan, penelitian pasar, dan analisis perputaran uang tunai.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan Umum

Dampak Eksternalitas Penerapan Akuntansi Lingkungan

Dampak Eksternalitas Penerapan Akuntansi Lingkungan

Besarnya dampak Eksternalities ini terhadap kehidupan masyarakat yang menginginkan manfaat perusahaan menyebabkan timbulnya keinginan untuk melakukan kontrol terhadap apa yang dilakukan oleh perusahaan secara tersistematis sehingga dampak negatif dari eksternalities ini tidak menjadi semakin besar. Dari hal semacam ini kemudian mengilhami sebuah pemikiran untuk mengembangkan ilmu akuntansi yang bertujuan untuk mengontrol tanggung jawab perusahaan. Adanya tuntunan ini maka akuntansi bukan hanya merangkum informasi data keuangan antara pihak perusahaan dengan pihak ketiga namun juga mengatasi hubungan dengan lingkungan. Ilmu akuntansi yang mengatur proses pengukuran, penyajian, pengungkapan, dan pelaporan eksternalities tersebut disebut dengan Akuntansi lingkungan

Akuntansi Dalam Dunia Bisnis

Didalam dunia bisnis dikenal akuntansi yang merupakan penyedia informasi dan merupakan alat pertanggungjawaban manajemen yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Didalam akuntansi konvensional, informasi dalam laporan keuangan merupakan hasil transaksi perusahaan dari pertukarang barang dan jasa antara dua atau lebih entitas ekonomi (Belkoui, 1981). Pertukaran barang antara perusahaan dan lingkungan sosialnya menjadi cenderung diabaikan akibat dari perlakukan akuntansi tersebut yang menyebabkan pengguna laporan keuangan memperoleh informasi yang kurang lengkap terutama mengenai hal hal yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial perusahaan.
Pada mulanya akuntansi diartikan hanya sekedar sebagai prosedur pemrosesan data keuangan. Pengertian ini dapat ditemukan dalam Accounting Terminology Bulletin yang diterbitkan oleh AICPA (American Institute of Certified Public Accounting). Dalam Accounting Terminology Bulettin no.1 dinyatakan sebagai berikut:
Accounting is the art of recording, classifying and summarizing in a significant manner and in the term of money, transaction and event which are and part, at least of finantial character and interpreting the result there of.” (AICPA, 2000).

 

Perkembangan Akuntansi Lingkungan

Pada perkembangannya, akuntansi tidak hanya sebatas proses pertanggung jawaban keuangan namun juga mulai merambah ke wikayah pertanggung jawabab sosial lingkungan sebagai ilmu akuntansi yang relatif baru. Akuntansi lingkungan menunjukkan biaya riil atas input dan proses bisnis serta memastikan adanya efisiensi biaya, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur biaya kualitas dan jasa. Tujuan utamanya adalah dipatuhinya perundangan perlimdungan lingkungan untuk menemukan efisiensi yang mengurangi dampak dan biaya lingkungan.
Dalam akuntansi secara umum yang terjadi adalah pengukuran dan pencatatan terhadap dampak yang timbul dari hubungan antara perusahaan dengan pelanggan atau konsumen produk namun dalam akuntansi lingkungan lebih cenderung menyoroti masalah aspek sosial atau dampak dari kegiatan secara teknis, misalnya pada saat penggunaan alat atau bahan bakuperusahaan yang kemudian akan menghasilkan limbah produksi yang berbahaya. Bidang ini amat penting sebab khususnya di Indonesia saat ini terlalu banyak perusahaan baik badan usaha milik negara maupun swasta yang dalam pelaksanaan operasi usaha ini menimbulkan kerusakan ekosistem karena adanya limbah produksi perusahaan yang tentu memerlukan alokasi biaya penanganan khusus untuk hal tersebut. .
Alokasi biaya lingkungan terhadap produk atau proses produksi dapat memberikan manfaat motivasi bagi manajer atau bawahannya untuk menekan polusi sebagai akibat dari proses produksi tersebut Didalam akuntansi konvensional, biaya ini dialokasikan pada biaya overhead dan pada akuntansi tradisional dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan dialokasikan keproduk tertentu atau dialokasikan pada kumpulan kumpulan biaya yang menjadi biaya tertentu sehingga tidak dialokasikan keproduk secara spesifik.

 

Mendefinisikan Akuntansi Lingkungan

Akuntansi lingkungan ini merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfungsi dan mengidentifikasikan, mengukur, menilai, dan melaporkan akuntansi lingkungan. Dalam hal ini, pencemaran dan limbah produksi merupakan salah satu contoh dampak negatif dari operasional perusahaan yang memerlukan sistem akuntansi lingkungan sebagai kontrol terhadap tanggung jawab perusahaan sebab pengelolaan limbah yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan pengukuran, penilaian, pengungkapan dan pelaporan biaya pengelolaan limbah dari hasil kegiatan operasional perusahaan.
Atas dasar itulah kemudian peneliti mencoba mengangkat masalah akuntansi lingkungan tersebut dalam penelitian yang akan mengungkap penerapan akuntansi lingkungan pada sebuah perusahaan yang sangat berpotensi menghasilkan limbah produksi, yaitu limbah medis di perusahaan layanan kesehatan masyarakat.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Macam-Macam Pencemaran

Pencemaran Lingkungan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, atau komponen lain kedalam lingkungan. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran adalah polutan. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,0033% di udara berfaedah bagi tumbuhan. Akan tetappi jika lebih tingggi dari 0,0033% dapat memberefek merusak. Suatu zat dapat disebut polutan apabila :

1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat

 

Macam-macam Pencemaran

 

Macam-macam Pencemaran

1. Menurut tempat terjadinya : pencemaran udara, air, tanah, dan polusi suara.

a. Pencemaran udara

1. Sumber pencemaran udara.

Pencemaran uadara dibedakan menjadi : pencemaran sekunder yaitu pencemaran yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara, contohnya karbon monoksida. Dan pencemaran primer yaitu pencemaran yang terbentuk dari pencemar-perncemar primer di atmosfer, contonya pembentukan ozon dalam smog fotokimia.

Kegiatan manusia yang menimbulkan pencemaran udara, antara lain : transportasi, industry, pembangkit listrik, pembakaran, gas buang pabrik (CFC)

Sumber alami penyebab pencemaran udara adalah : gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, nitrifikasi dan denifitrikasi biologi

Sumber-sumber lainnya : transportasi amonia, kebocoran tangki klor, timbul gas metana dari lahan uruk/ tempat pembuangan sampah akhir, uap pelarut organic

Jenis-jenis pencemar antara lain : karbon monoksida, oksida nitrogen, oksida sulfur, CFC, hidrokarbon, ozon, volatile organic compounds, dan partikulat

2. Dampak pencemaran udara
a. Dampak kesehatan
b. Dampak terhadap tanaman
c. Hujan asam
d. Kerusakan lapisan ozon
e. Penanggulangan pencemaran udara

 

Pencemaran air

Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut :
1. Pembuangan limbah industry, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestic, misalnya sisa pembuangan detergen mencemari air
2. Sampah organic yang dibusukan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organism air
3. Fosfat hasil pembusukan bersama HO3 dan pupuk pertaniaan terakumulasi sehingga menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabakan pertumbuhan cepat pada alga (blooming alga).
Upaya menanggulangi pencemaran air :
1. Meningkatkan usaha reboisasi dan penghijauan
2. Mencegah perambatab hutan dengan pengawasan dan penerapan sanksi hukum yang tegas
3. Menerapkan system pertanian konservasi
4. Menggunakan pupuk dan pestisida seperlunya
5. Menerapkan kaidah-kaidah konversasi tanah dan air pada setiap pemanfaatan lahan
6. Mengumpulkan limbah domestic sehingga tidak masuk kedalam perairan umum
7. Memanfaatkan limbah domestic untuk keperluan lain
8. Memproses limbah padat domestic dengan system landfill sanitary (system penimbunan berlapis)
9. Memisahkan limbah padat dari limbah cair
10. Mengumpulkan B3 kemudian diolah secara khusus
11. Mengurangi atau mengganti bahan kimia dalam proses produksi sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan
12. Mengolah limbah cair industry sehinggga kualitas limbah cair yang dibuang ke peraiaran umum tidak melampaui baku mutu yang berlaku.

 

Pencemaran tanah

1. Dampak pencemaran tanah
a. Pada kesehatan
b. Pada ekosistem
c. Pada kegiatan pertanian

Penanggulangan pencemaran tanah

a. Remediasi : kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar
b. Bioremediasi : proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur dan bakteri)

pencemaran suara

Pencemaran suara bersifat terus-menerus dengan tingkat kebisinga di atas 80 dB dapat mengankibatkan efek atau dampak yang merugikan kesehatan manusia. Berikut ini adalah beberapa efek samping negative dari pencemaran suara :
a. stess
b. gila
c. perubahan denyut nadi
d. tekanan darah berubah
e. gangguan fungsi jantung
f. kontraksi perut

berikut ini adalah contoh kebisinbgan yang menimbulakn pencemaran suara :

1. orang ngobrol biasa : 40dB
2. orang rebut/silat lidah : 80 dB
3. suara kereta api : 95 dB
4. mesin motoer 5 pk : 104 dB
5. suara geledek : 120 dB
6. pesawat jet tinggal landas : 150 dB

cara untuk mrnaggulangi pencemaran suara antara lain :

1. investor mesin pabrik hendaknya memilih mesin yang dapat mengurangi kebisingan
2. produsen kendaraan bermotor mengeluarkan standar kebisingan
3. memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4. Masyarakat dapat melakukan kegiatan refreshing untuk mengurangi dampak polusi suara dengan pergi ke gunung, pantai, atau perdesaan, serta daerah-daerah yang jauh dari kebisingan .

Categories
Pendidikan

Dampak Kerusakan Lingkungan

Gejala-Gejala kerusakan lingkungan

Kerusakan lingkungan baik dalam skala global maupun local termasuk dinegara kita hingga saat ini sudah semakin parah . Indikator kerusakan lingkungan terutama yang diakibatkan oleh degridasi lahan cukup nyata didepan mata dan sudah sangat sering kita alami, seperti :

1. Banjir tahunan
2. Erosi dan pendangkalan sungai atau danau
3. Kelangkaan air
4. Polusi air dan udara
5. Pemanasan global
6. Kerusakan keragaman hayati
7. Ledakan hama dan penyakit

 

Dampak Kerusakan Lingkungan

 

Dampak kerusakan lingkungan

1. Dampak kerusakan lingkungan terhadap pemanasan global

Konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal sebagaia gas rumah kaca, terus bertambah diudara akibatnya tindakan manusia melalui kegiatan industry, khususnya karbon dioksida (CO2), dan CFC. Akan tetapi yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan dari penggunaan batu bara, minyak bumi, gas, pengundulan hutan, serta pembakaran hutan .

2. Dampak pemanasan global terhadap perubahan iklim

Dalam panel antarpemertintahan mengenai perubahan iklim yang diselenggarakan pada bulan Desember 1977 dan Desember 2000, badan terdiri atas 2.000 ilmuawan tersebut menyebutkan sejumlah realitas yang ter jadi pada saat ini, diantaranya :

a. Mencairnya es kutub utara dan selatan
b. Curah hujan rata-rata 2-3%
c. Suhu rata-rata udara naik 0,3°C pertahun
d. Terumbu karang menjadi rusak
e. Kerusakan tanah pertanian merosot hingga2-8%
f. Permukaan tanah turun 0,8 cm per tahun
g. Bencana-bencana alam sering terjadi
h. Suhu global meningkat sekitar 5°C
i. Pemukaan es dikutub uatara makin tipis
j. Penggundulan hutan
k. 20% emisi karbon
l. Semenjak perang dunia II jumlah kendaraan bertambah
m. Negara-negara miskin dilanda kekeringan
n. Selama 50 tahun ini kita telah menggunakan sekurang-kurangnya setengah dari sumber energy
o. Biaya tahunan untuk menangkal pemanasan global
p. Panen makanan merosot
q. Para petani beralih tempat olahan ke pegunungan
r. Pengungsi akibat lingkungan hidup sudah berjumnlah 25 juta diseluruh dunia

 

Upaya penyelamatan dan pemulihan

Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain :

1. Membuat sebanyak mungkin sumur resapan air
2. Menyelamatkan hutan mangrove di pantai-pantai Indonesia
3. Membenahi kebijakan pengolahan hutan yang berpihak kepada rakyat dengan melibatkan masyarakat untuk menjaga hutan daerah masing-masing
4. Merancang cara-cara melindungi sumber-sumber alam
5. Mengurangi penggunaan air, pembakaran barang-barang yang tidak dapat didaur ulang, emisi CFC dan pengganti emisi CFC denagn tidak mengguanakan enregi efisien, dan juga mengurangi penggunaan listrik dengnan mengguanakan lampu hemat energy.

Secara pribadi maupun dengan komunitas, kita dapat mempraktikan tiga hal berikut, yaitu :

1. Mendaur ulang atau menggunakan kembali barang-barang yang dapat dipakai
2. Memulai dengan membuat kompos
3. Mendorong industry kerajinan untuk menjalankan tanggung jawab bagi daur ulang bahan-bahan sisa dan alat-alat elektro seperti televise dan computer.

 

Manusia dalam hubungannya dengan alam

Hubungan antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya adalah :
1. Hubungan keimanan dan peribadatan
2. Hubungan pemanfaatan yang berkelanjutan
3. Hubunga pemeliharaan

Categories
Pendidikan

Gunung Meletus

Gunung meletus

Sifat letusan gunung api terbagi menjadi dua, yaitu effusive (meletus secara perlahan) dan eksplosif (meleeetus secara meledak-ledak). Material-material yang dikeluarkan saat gunung meletus beruap abu, pasir,batuan,krikil kecil, cairan-cairan silikat, solfatar, asam arang, dan mofet.

Gunung meletus

Tanda-tanda gunung meletus :

1. Terjadi peningkatan suhu didaerah sekitar kawah
2. Sumber-simber air yang kering
3. Sering terjadi gempa vulkanik
4. Sering terdengar suara gemuruh
5. Turunnya binatang- binatang dari puncak didaerah kaki gunung

Kerusakan lingkungan yang tejadi :

1. Timbul banyak korban
2. Bertebaran debu-debu gunung api yang dapat membahayakan penerbangan udara
3. Rusaknya lahan pertanian
4. Rusaknya semua material
5. Terbakarnya hutan
6. Keringnya sumber-sumber air
7. Rusaknya lingkungan sekitar

Mengurangi resiko gunung api

a. Memanfaat gunung api
b. Tidak mengekploitasi gunung api
c. Memahami bahaya letusan gunung api

Mengatasi bencana letuasn gunung api

a. Sebelum terjadi letusan
b. Saat terjadi letusan gunung api
c. Saat terjadi letusan
d. Setelah letusan gunung api

Categories
Pendidikan

Pengertian Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah sentakan asli dari bumi yang bersumber didalam bumi, merambat melalui permukaan, dan menembus bumi. Cara yang paling sering dipakai untuk mengukur besar suatu gempa adalah skala richter.

gempa bumi

Bentuk kerusakan laingkungan akibat gempa :

  1. Rusaknya fasillitas lingkungan
  2. Amblesnya permukaan tanah
  3. Gempa bumi laut menghasilakn tsunami

 

Mengurangi resiko gempa bumi

  • Memetakan gempa bumi
  • Monitoring gempa bumi
  • Memperkirakan gempa
  • Penerangan tentang gempa

 

Mengatasi gempa bumi

Langkah-langkah mengatasinya :

  1. Mengenal daerah rawan gempa
  2. Mengamati perilaku hewan
  3. Memahami tindakan-tindakan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi
  4. Penyelamatan dan pemulihan

Tindakan yang harus dilakukan :

  1. Melakukan evakuasi dan mendirikan tenda-tenda pengungsian bagi korban
  2. Melakukan penyelamatan
  3. Menyediakan bantuan medis
  4. Menyediakan MCK, air, makanan, dan minuman
  5. Menyediakan pendidikan darurat
  6. Melakukan pemulihan psikologis pada korban
  7. Memperbaiki dan membangun kembali gedung, sarana, dan fasilitas lainnya.
Categories
Pendidikan

Mengatasi Tsunami

Tsunami

Tsunami

Tsunami adalah istilah untuk gelombang raksasa yang bergerak cepat dan tiba-tiba, yang diakibatkan oleh pergeseran di dasar laut. Tanda-tanda akan terjadinya tsunami :

  1. terdapat getaran kuat yang dapat dirasakan di sekitar pantai
  2. setelah getaran mereda, air laut di pantai surut tiba-tiba
  3. tsunami akan datang kira-kira 15 menit setelah gempa
  4. gelombang pertama datang tidak terlalu besar, dan berikutnya adalah yang berbahaya
  5. perhatikan tingkah laku hewan

mengurangi resiko tsunami

  1. perlindungan garis pantai
  2. system peringatan dini
  3. pendidikan dan pembelajaran
  4. kemitraan
  5. pemetaan kawasan rawan dan tempat evakuasi
  6. penyiapan posko bencana
  7. satgas penanganan bancana

mengatasi tsunami

  1. mengetahui kawasan rawan tsunami
  2. memahami tindakan-tindakan persiapan, menjelang, saat terjadi, dan pasca terjadi

penyelamatan dan pemulihan

  1. pemerintah dibantu masyarakat dan pihak-pihak lain
  2. prioritas dalam pemulihan